Thursday, November 20, 2008

Proyek Mikrobiologi: Penelitian Part 1

Udah lama nggak ber-jurnal ria di Blog. So... here it comes!

Mikrobiologi adalah sekolah buat calon peneliti (atau dosen). Face it, mahasiswanya pasti akan melakukan lebih banyak riset dan penelitian ketimbang mahasiswa jurusan teknik. Karena itu, di mata kuliah Proyek Mikrobiologi ada kegiatan namanya pencil, alias penelitian kecil. To put it simply, kegiatan ini adalah riset kecil-kecilan. Mini-TA gitulah kira-kira. Praktikan dikasih tema penelitian, didampingi satu asisten, dan melakukan penelitian sesuai tema. Seperti penelitian sungguhan, praktikan harus bikin proposal penelitian dan (tentu saja) melakukan penelitian. Dan semua itu dilakukan sendiri (caps: sendiri); asisten hanya bertugas mendampingi.

Begitulah kira-kira. Pengantarnya nggak kepanjangan, kan?

So, sebagai mahasiswa yang ngambil mata kuliah ini, tentu saja gw harus ikut si pencil ini, kan? Dan, mau tahu apa tema penelitian kita?

Inilah dia (jengjengjengggggg)....

"Meneliti Keanekaragaman Mikroba di Ruangan Indoor Mall Kota Bandung"

Huahahahahaha, gimana? Keren, kan?

You wish...

Judul ini, walaupun keren dan simpel, tapi tantangannya luar biasa. Dari judulnya saja sudah menekankan, kita harus meneliti keanekaragaman di mall. Artinya, kita harus ambil sampelnya di mall. Ambil sampelnya sih gampang: tinggal buka si cawan petri (search di google aja deh) berisi medium (search juga lah) selama 15 menit di lima titik di mall. Tapi... kebayang nggak sih gimana malunya kalau harus nenteng-nenteng tuh barang yang notabene jarang dilihat orang awam? Gimana kalau kita nanti diusir satpam? Belum lagi setiap titik dilakukan triplo (pengulangan tiga kali), berarti di setiap titik ada tiga capet yang masing-masing dibuka selama 15 menit. Ditambah lagi, medium untuk bakteri dan fungi berbeda (mikroba didefinisikan-dalam penelitian ini-sebagai bakteri dan fungi; sebenarnya banyak lagi) sehingga tambah tiga capet lagi. Berarti, di satu titik ada enam cawan petri yang harus dibuka, dan total waktunya adalah 15 x 6 = 1 jam! Bayangin, satu jam diem di satu spot buka-buka cawan petri! Kurang konyol apa lagi kami ini?

Hehehe, sori, jadi curcol...

Anyway, kita akhirnya memutuskan untuk pasrah dan mulai bekerja. Ke-hectic-an di lab pun dimulai. Dari bikin medium yang ternyata gampang-gampang susah karena gampang banget gosong, sterilisasi peralatan yang susah karena alatnya cuma satu (dan seringnya sih penuh sama yang mau sterilisasi juga), sampai ke masalah trivial seperti ada yang nggak dateng (gw banget), volume mediumnya nggak sama banyak, sumbat kapasnya kebuka pas disterilisasi, dan sebagainya. Apa boleh buat, namanya juga masih amatiran...

Jadi, setelah ke-hectic-an itu, lima anggota kelompok gw datang ke lab sambil menenteng tas belanja bertuliskan "ARCUS". Dengan gagah berani, kami memisah-misahkan medium ke lima tas itu. Lalu kami turun dengan gaya siap tempur. Anak-anak di selasar kebab menyambut kami; beberapa malah berniat turut terjun ke medan tempur.

Halah, lebay...

Lalu, seseorang bilang, "Coba dicek dulu deh mediumnya. Takutnya kena konta deh." Konta means kontaminan, dan kalau kena berarti mediumnya nggak bisa dipakai.

Dengan perasaan deg-deg-syur, satu demi satu cawan petri dibuka. Dan... ternyata...

Medium kita kena kontaminaaaan! Nggak tanggung-tanggung, 15 biji! Paraaah...!

Anggota kelompok kita udah speechless gitu deh. 15 biji, gitu! Kelompok lain mah cuma 2-3, kita 15. Wow banget, kan? Mana makin dilihat makin bikin gatal-gatal pula...

Akhirnya, diiringi tatap sedih dan menyemangati dari anggota kelompok lain, kita balik lagi ke lab mikro buat bikin medium. Sayang sekali, hari ini kita batal bergaya dengan cawan petri di mall. Nanti deh, kalau akhirnya sukses, di-post di sini...

Cheers!

No comments: